Halo Guys, kali ini saya mau berbagi sedikit pengetahuan dari hasil belajar dan membaca beberapa sumber, yaitu tentang vibrasi atau getaran. Semoga ini bisa menjadi satu database baru di pikiran kita.
Nah, pernah ga kamu merasa hari ini enteng…, segar…, hidup terasa ramah? Tapi besoknya tiba-tiba hidup rasanya berat…, kayak drama India plus Korea, dan bawaannya pengen rebahan di kasur sambil nanya ke langit: “Semesta, ada apa dengan aku?” Tenang, ini bukan semesta yang sedang berubah mood. Tapi ini seringkali yang berubah itu vibrasi kita sendiri.
Vibrasi itu sederhananya adalah kualitas energi yang kita pancarkan dari cara kita berpikir…, merasa…, dan bertindak atau merespon. Kalau vibrasimu lagi rendah, maka magnet rezeki jadi lemah…, ide kosong atau blank, dan jodoh kadang ikut menjauh. Tapi kalau vibrasimu naik, maka tiba-tiba akan banyak hal terasa lebih mudah, minimal hati kita terasa tidak berantem dengan diri sendiri.
Nah, ternyata vibrasi kita tidak ditentukan oleh “nasib” atau “tanggal lahir doang”, tapi oleh banyak hal yang sangat-sangat…duniawi. Dan berita baiknya, hal ini bisa dilatih. Vibrasi kita bisa ditingkatkan dengan latihan rutin.
Berikut ini adalah aspek-aspek yang dapat kita latih untuk meningkatkan vibrator…ups vibrasi. 😀
1. Pikiran dan Perasaanmu
Ini adalah fondasi utama yang paling esensial. Kalau kepalamu isinya komplain…, drama…, dan sinetron 300 episode, ya wajar saja hidup ikut dramatis. Tapi ketika pikiranmu lebih jernih dan perasaanmu lebih tenang, maka hidup terasa tidak ngotot lagi. Untuk melihat tanda bahwa vibrasimu sudah naik atau belum, kamu bisa melihat masalah tanpa ingin gelut, ribut atau berantem dengan kehidupan. Faham?
2. Niat Hatimu
Yuk, sekarang cek niat hatimu. Mungkin kita sama-sama karyawan atau pekerja, tapi kalau beda niatnya, beda rasanya…. Niat yang tulus/ikhlas/suci hati (hati bersih) bikin hidup/pekerjaan/energi terasa ringan. Tapi sebaliknya, niat yang penuh pembuktian ke orang lain bikin hidup melelahkan. Coba aja bayangin misal hidup kita itu seperti lomba siapa yang paling keren, tiap hari…, pasti capek khan.
3. Cara Menangani (handle) Emosi
Emosi bukanlah musuh kita. Yang bikin capek itu emosi kita dipendam, disangkal, atau dijadikan status sosial media selama 7×24 jam. Saat kita belajar merasakan emosi yang hadir…, menerimanya (letting in)…, lalu melepaskannya (letting go) dengan sehat, maka vibrasi hidupmu ikut naik level.
4. Hening dan Meditasi
Aktifitas hening dan meditasi bukanlah soal duduk bersila 3 jam di gunung atau di goa. Kadang kita cuma butuh diam 5 menit saja, sadar nafas, napas pelan dan panjang, berhenti cek notif di HP (detox digital). Itu sudah cukup bisa upgrade besar vibrasi kita loh….. Sebenarnya, otak kita hanya butuh “mode pesawat” juga, kayak di gadget (HP) kita…ga perlu 24 jam online, khan? Lagi pula ga ada yang mengharuskan kita online 24 jam. Kita bukanlah mesin atau robot. Benar atau Betul ?
5. Self-Love dan Cara Menghargai Diri
Sadarkah kita, bahwa kita perlu mencintai diri sendiri (self-love) dan menghargai diri sendiri. Kalau kita terus merendahkan diri sendiri, maka dampaknya vibrasi turun. Tapi sebaliknya, kalau kita mulai berkata pada diri sendiri sebagai aksi self-love dan menghargai diri sendiri, seperti “Saya layak…, saya cukup…, saya berharga…”, maka hidup kita akan membuka pintu-pintu rezeki…peluang….cinta. Perlu diIngat bahwa self-love bukan egois, tapi berhenti menyiksa diri sendiri alias sabotase diri secara profesional.
6. Lingkungan dan Orang yang Kamu Ajak Ngobrol
Kalau lingkungan atau circle kita isinya orang-orang yang punya hobi ngegosip, mengeluh, dan mengadu nasib siapa paling sengsara…, yah energi kita ikut kehisap….bocor….makanya mudah lelah atau capek. Tapi kalau kita dikelilingi orang-orang yang suportif, hangat, dan bercanda sehat, pastinya vibrasi kita juga akan naik tanpa sadar. Coba aja kalau ga percaya. Coba kalian kumpul sama teman-teman yang toxic selama 7×24 jam aja. Terus minggu depan kumpul sama teman-teman yang waras juga selama 7×24 jam. Nanti bandingkan vibrasinya.
7. Apa yang Kamu Konsumsi — berita, konten, topik obrolan
You are what you consume. Kalau tiap hari kita mengkonsumsi berita kriminal, gosip, komentar julid, dan tontonan yang bikin cemas, maka jangan heran kalau hatimu jadi ikut sesak, pikiranmu jadi ikut ruwet, atau mungkin perilakumu jadi ga karuan. Sederhananya, apa yang kamu masukkan ke kepala, akan jadi faktor cuaca di hatimu.
8. Kesehatan Tubuh dan Batasan Sehat
Tidur cukup, makan wajar, bergerak sedikit saja—itu sudah doa paling nyata untuk tubuhmu. Tambahkan kemampuan berkata “tidak” pada hal yang mengurasmu—itu baru namanya sayang diri. Dan hanya berkata ”Iya” pada semua hal yang membawa peluang, kesempatan mencapai target cita-citamu.
9. Usaha Memperbaiki Diri
Vibrasi naik bukan karena mantra sakti, bukan karena jimat leluhur, bukan ditentukan oleh jumlah harta, bukan ditentukan jenjang pendidikan, bukan juga karena jabatan pekerjaan, tapi karena kita terus mau belajar, refleksi, kontemplasi, introspeksi dan tumbuh. Pelan-pelan juga tidak apa-apa. Delay tidak masalah. Kita bukan mie instant koq.
Jadi, vibrasimu hari ini bagaimana?
Artikel ini bukan untuk menghakimi, tapi untuk mengingatkan, menyadarkan kita bahwa:
👉 hidup tidak hanya ditentukan oleh keadaan luar
👉 tapi sangat dipengaruhi oleh apa yang terjadi di dalam diri kita
Kabar baiknya, semua poin di atas bisa dilatih, tidak perlu nunggu tercerahkan di puncak Himalaya. Latihan paling sederhana yang dapat kita mulai saat ini antara lain:
- sadar apa yang kamu rasakan
- berhenti jahat (sabotase) pada diri sendiri
- kurangi drama internal
- perbanyak atau tambah dosis syukur
- hening dan meditasi
- perbanyak circle yang sehat
Kalau vibrasimu berubah, maka cara hidup memelukmu juga ikut berubah. Tidak langsung jadi sultan, tapi minimal hatimu tidak lagi berantem setiap hari. Dan itu sudah rezeki kelas premium.
Nirvana di Bumi, 10 Januari 2026
