Halo trader! Pernah nggak sih bingung milih entry buy/sell karena market lagi volatile? Hari ini, saya bakal berbagi indikator trading super powerful yang saya kembangkan sendiri di platform TradingView. Namanya sebut saja Abundance Strategy, yaitu sebuah strategi kombinasi antara Bollinger Bands, EMA dari bawaan TradingView, ditambah dua custom indikator saya, yaitu Linear Regression Line dan Bulls-Bear Power.
Ini bukan indikator ajaib, tapi hasil pengalaman dan pengujian menunjukan akurasi lebih dari 90%, baik di forex, kripto, dan/atau saham, asal dipakai dengan risk management yang baik. Anda penasaran? Ok, kita langsung gas!
Indikator Teknis Existing
Bollinger Bands & EMA
Pertama, kita pakai dua indikator teknis bawaan TradingView yang udah terbukti, yaitu Bollinger Bands (BB) dan Exponential Moving Average (EMA).
Bollinger Bands memiliki garis tengah (SMA 20-period) plus dua band atas-bawah berdasarkan standard deviation 2. Fungsinya apa? Untuk mengidentifikasi volatilitas. Band melebar = volatile (trending), band menyempit = squeeze (siap breakout). Harga menyentuh band atas = potensi overbought (sell), band bawah = oversold (buy). Sesederhana itu.
EMA yang dipakai adalah periode 200, gunanya untuk konfirmasi trend. Berbeda dengan Moving Average biasa, EMA lebih sensitif terhadap pergerakan harga terbaru. Fungsinya di sini adalah sebagai Filter Tren Utama. Jika harga di atas EMA, kita cari peluang Buy. Jika di bawah, kita fokus Sell. Jika harga (current price ) di atas EMA200 = bullish, di bawah EMA200= bearish. EMA200 juga bisa menjadi support/resistance dinamis jangka panjang.
Custom Indikator #1
Linear Regression Line
Sekarang, indikator custom pertama yang saya kembangkan adalah Linear Regression Line (LRL). Ini bukan garis trend biasa, tapi regresi linier dari beberapa candle terakhir yang otomatis mengitung 'best fit line' buat prediksi trend lurus atau harga. Indikator ini juga membantu kita membedakan antara koreksi kecil dan perubahan tren yang sesungguhnya.
Cara kerjanya mudah sekali. Ketika Slope positif (garis LRL naik) = bullish momentum, slope negatif = bearish. Saya tambahkan sebuah alert ketika slope berubah ekstrem (> 20 % per candle).
Kenapa indikator ini sangat powerful? LRL membantu untuk memfilter noise ketika terjadi sideways market, beda sama trendline manual yang subyektif. Contoh: Kalau harga (current price) break BB atas DAN LRL slope naik, itu sinyal buy kuat!
Berikut potongan kode Pinescript LRL:
x = n
y = close
x_ = sma(x,length)
y_ = sma(y,length)
mx = stdev(x,length)
my = stdev(y,length)
c = correlation(x,y,length)
slope = c * (my/mx)Custom Indikator #2
Bulls/Bear + ALMA Power
Indikator kedua yang saya kembangkan adalah Bulls/Bear + ALMA Power (BBAP). Indikator ini menunjukkan siapa yang sedang mendominasi pasar. Apakah pembeli (Bulls) masih punya tenaga, atau penjual (Bears) yang mulai mengambil alih. Indikator ini saya buat untuk mengukur kekuatan buyer vs seller secara real-time. Mirip Elder Bulls Power, tapi dimodifikasi dengan menambahkan ALMA (Arnaud Legoux Moving Average). ALMA adalah indikator teknis yang dirancang untuk menyeimbangkan kehalusan dengan lag rendah dengan menggunakan fungsi distribusi Gaussian. Indikator ini meminimalkan noise harga sambil tetap sangat responsif, sehingga efektif untuk mengidentifikasi pembalikan tren dan, bila digunakan bersama dengan alat lain seperti level Fibonacci, strategi support, resistance, dan momentum.
Berikut potongan fungsi ALMA:
// --- ALMA Function Definition ---
alma(src, windowsize, offset, sigma) =>
m = math.floor(offset * (windowsize - 1))
s = windowsize / sigma
norm = 0.0
sum = 0.0
for i = 0 to windowsize - 1
weight = math.exp(-math.pow(i - m, 2) / (2 * math.pow(s, 2)))
norm := norm + weight
sum := sum + src[windowsize - i - 1] * weight
sum / norm
// --- End of ALMA Function Definition ---Apa keunggulan indikator ini ? Indikator ini mampu mendeteksi divergence cepat, misal harga (current price) naik tapi BBAP turun = reversal sell. Ini bikin sinyal lebih akurat daripada hanya mengandalkan indikator RSI doang!
Gambar. Overlay setting semua indikator (Abundance Strategy)
Itulah indikator trading lengkap saya: Bollinger + EMA + LRL + BBAP. Dimana Garis berwarna putih adalah LRL. Sinyal atau Alert untuk Long (Buy) dan Long Exit (Sell) akan tampil secara otomatis dari Abundance Strategy.
Berikut potongan Pinescript:
//-------------------- Alerting
alertcondition(startLongTrade, 'Buy', 'Long!')
alertcondition(startShortTrade, 'Sell', 'Long_Exit')
alertcondition(startLongTrade or startShortTrade, 'Alert', 'Deal Time!')Ingat, tidak ada 'Holy Grail' dalam trading. Kunci keberhasilan adalah disiplin dan backtest secara mandiri sebelum menggunakan uang riil.
Kalau Anda punya pertanyaan tentang setting indikator ini, tulis di kolom komentar ya!
Trade safe, profit konsisten! Sampai jumpa di postingan edukasi lainnya.
Nirvana di Bumi, 22 Januari 2026
