Karyawan atau Pengusaha ?

Hmmm….hari ini habis ikut acara seminar motifasi. Ingin rasanya segera ‘berubah’ menjadi pengusaha dan bukan lagi karyawan yg hidup dengan ‘gajian’. Yah..walaupun gaji itu PASTI, ‘fix rate’, dan yg pasti setiap tgl 1, PASTI gajian, dan pada tgl 10, PASTI habis…. hehehehe. Klo orang bilang, gaji karyawan itu ‘ketaker’.

Saya coba sedikit berbagi pengalaman hidup, pengalaman menjadi karyawan, dan pengalaman menjadi pengusaha (wirausaha). Memang belum banyak saya makan ‘garam’ kehidupan ini. Tapi paling tidak, saya banyak belajar dari teman2 di sekitar saya. Mereka sibuk dengan dunianya masing2.

“HIDUP adalah PILIHAN”

Filosofi itu rasanya benar sekali. Kita selalu dihadapak dengan pilihan. Sejak terlahir hingga wafat, kita akan selalu dihadapi dgn pilihan. Nah…saat ini, saya sedang mengahadapi pilihan tersebut. Layaknya mengerjakan soal ujian pilihan ganda, saya harus memilih. Dimana pilihan ini yg akan menentukan masa depan kita kelak. Bahkan ada pernyataan yg pernah saya baca, “Do Not Fallin love with your company.”…artinya kurang lebih, janganlah kita jatuh cinta atau terlalu mencintai perusahaan kita, karena kita tidak akan pernah tahu, seberapa lama perusahaan dapat ‘mencintai’ kita, menggaji kita. Bisa saja hanya beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun saja.

Saya jadi teringat sebuah tulisan sesorang (saya lupa), bahwa masa depan kita adalah kita yg menentukan, bukan perusahaan kita, bukan pula pimpinan kita. Semua sudah ada suratan takdirnya, kita hanya berusaha sekuat tenaga, dan kerja keras.

Tapi itu semua kembali ke diri kita. Tentunya dengan segala resiko dan tanggungjawab dalam menentukan pilihan kita. Jadi,…….masih ingin jadi karyawan atau pengusaha?

Leave a Reply

Your email address will not be published.