Pikiranmu adalah sebuah kuil

Tahun ini adalah tahun ke-10 saya berada di perantauan. Jauh dari kampung halaman yang tentunya sangat dirindukan. Apalagi hari ini adalah hari raya idul fitri 1443 H, bertepatan tanggal 2 Mei 2022. Merasakan budaya lebaran yang berbeda dengan Indonesia, membuat saya dapat mengambil hikmah dari perbedaan kultur tersebut.

Di samping itu, di Eropa, khususnya Erope Timur sedang terjadi perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari 1 bulan, membuat keadaan di sebagian besar negara Eropa terkena dampak, terutama dari sisi ekonomi dan politik. Tapi, disetiap ada ‘masalah’, saya yakin disana pasti ada ‘peluang’.

Berapa lama bagi Anda untuk dapat melihat dan menyadari bahwa sesuatu itu berharga?

Saatnya saya memikirkan ide-ide baru…
Pikiran saya sering ‘jalan-jalan’ beberapa hari belakangan ini dan seringkali akhirnya harus memikirkan sesuatu dari awal lagi. Tapi saya tidak bisa membiarkan diri jatuh ke dalam pola pikir negatif dan terus berulang sehingga menjadi sebuah pola bawah sadar.

Jika pikiran saya tidak bisa memikirkan ide yang bagus, saya mulai melihat apakah ada ‘harta karun’ di ‘tempat sampah’ yang baru saja saya buang. Yang mengejutkan saya adalah, setiap kali saya mengorek-ngorek ke dalam ‘tong sampah’ pikiran saya, saya seringkali menemukan hal-hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya yang dan menjadi topik yang luar biasa.


Saya menyadari sepenuhnya bahwa tidak peduli berapa kali saya menyalahkan diri sendiri untuk sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan atau hasrat saya. Pikiran saya adalah sebuah kuil, terlepas dari berapa banyak ide buruk yang saya pikirkan dibanding ide brilian.

Kesendirian yang membuahkan hasil.
Saya suka sekali menulis di dalam ruangan yang sunyi tanpa suara bising, sambil mendengarkan musik relaksasi, seperti suara water fall atau air tetesan hujan, dan segelas kopi hitam pahit di sebelah buku saya. Terdengar sangat syahdu. Dengan begitu saya dapat menggunakan kesendirian saya untuk melepaskan kekuatan pikiran dan kreatifitas saya dengan melakukan self-talk di dalam kuil saya. Ketika menulis, saya mencoba menggali dengan kesadaran penuh. Diawali dengan bersyukur terhadap semua aspek yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Lalu saya lanjutkan dengan menggali apa saja yang telah saya lakukan, kemudian mengevaluasinya apa yang sudah benar dan apa yang perlu diperbaiki. Lalu saya dapat menentukan langkah berikutnya. Itulah hasil kesendirian saya.

credit: https://bestillandknowiam.weebly.com/the-temple-your-brain.html


Kuil adalah tempat suci.
Kuil terhubung dengan semua pengalaman kita dan semua yang telah kita pelajari seumur hidup kita. Pikiran saya mengambil pelajaran-pelajaran itu dan menempatkannya di suatu tempat khusus seperti brankas, bersama barang-barang lainnya.
Kemudian pikiran saya mulai menggabungkan pengetahuan ini dan mengembangkannya menjadi sebuah cara atau pemahaman baru yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Tidak ada orang lain yang mampu mendekati kuil ini, kecuali saya sendiri. Tidak ada yang dapat mendekati kehidupan yang kita alami dan pengetahuan yang telah kita pelajari.
Tidak ada yang bisa memberikan apa yang bisa kita berikan.

Pikiran Anda adalah sebuah kuil, itu adalah kuil milik Anda. Pergilah ke kuil yang berada pada diri Anda sendiri.

Colmar, 02/05/2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.